Lima belas tahun yang lalu, saat melawan pemecatan yang tidak adil, ayahnya mengakhiri hidupnya sendiri di tengah sikap dingin dan tak peduli dari sebuah konglomerat raksasa. Bahkan sebelum keterkejutan itu mereda, adik perempuannya menghilang tanpa jejak. Dihantam tragedi demi tragedi, kedua orang tuanya pun akhirnya meninggal dunia, meninggalkan Do-jun seorang diri. Sejak hari ketika segalanya direnggut darinya, Do-jun hidup hanya untuk dua hal: balas dendam dan kebenaran. Ia menyadari bahwa tanpa berdiri di pusat kekuasaan, ia tak akan bisa mengubah apa pun. Dengan satu tujuan tunggal ‘menjadi seorang politikus’. Ia menahan kesepian selama bertahun-tahun. Akhirnya, pada hari ia menggenggam ijazah kelulusannya, ia bersumpah di hadapan guci abu orang tuanya. "Aku akan menemukan Yuri apa pun yang terjadi, dan membawanya pulang." "Dan para bajingan itu… akan kubuat mereka menangis dengan air mata darah." Malam itu juga, Do-jun untuk pertama kalinya mengalami ‘mimpi yang dapat melihat masa depan’ sebuah firasat yang terlalu nyata untuk dianggap sekadar kebetulan. Dan mimpi itu menjadi pertanda jalan politik yang kejam, yang telah ditakdirkan untuk ia lalui.
Foresighting Politician The Politician Who Can See the Future
Bookmark
Followed by 11 people
Terakhir Anda Baca
Chapter Foresighting Politician The Politician Who Can See the Future
-
Chapter 4 January 19, 2026
-
Chapter 5 January 19, 2026
-
Chapter 6 January 19, 2026
-
Chapter 7 January 19, 2026
-
Chapter 8 January 19, 2026
-
Chapter 1 January 15, 2026
-
Chapter 9 January 19, 2026
-
Chapter 01 January 15, 2026
-
Chapter 10 January 19, 2026
-
Chapter 2 January 15, 2026
-
Chapter 11 January 19, 2026
-
Chapter 02 January 15, 2026
-
Chapter 12 January 19, 2026
-
Chapter 3 January 15, 2026
-
Chapter 16 February 09, 2026
-
Chapter 17 February 22, 2026
-
Chapter 13 January 19, 2026
-
Chapter 14 February 01, 2026
-
Chapter 15 February 03, 2026
-
Chapter 03 January 15, 2026